Berita

Jawa Barat Siapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemetaan Kesejahteraan Masyarakat

BANDUNG – Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan pada 2026 bertujuan untuk memetakan golongan masyarakat yang memerlukan bantuan pemerintah demi kesejahteraan warga.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat memberikan keynote speech pada Diskusi Kelompok Terarah (FGD) Strategi Pengumpulan Data Sensus Ekonomi 2026 di Prime Park Hotel, Kota Bandung.

“Harapannya, FGD lintas pemangku kepentingan di Jawa Barat menjadi kunci dalam pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat, sehingga perekonomian Jabar menjadi lebih baik. Namun, kita harus menguasai datanya,” ungkap Herman seperti dikabarkan Humas Pemprov Jabar.

Ia menambahkan bahwa jika pemetaan berjalan lancar, pengambil keputusan di berbagai tingkat—dari desa hingga provinsi—dapat membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Pengambilan keputusan harus berbasis data, sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat menghasilkan program yang menyejahterakan masyarakat,” tambah Herman.

Herman menekankan pentingnya pendekatan berbasis saintifik dan data dalam merumuskan kebijakan, dengan Sensus sebagai salah satu cara untuk mendapatkan data yang akurat.

Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi bertujuan untuk memetakan program pemerintah secara tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat. “Kami sedang membangun kolaborasi dengan semua pihak untuk mendapatkan strategi yang efisien dan efektif,” ujar Darwis.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, Ateng Hartono, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar dalam menentukan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Data ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Kolaborasi antara BPS Jawa Barat dengan pemerintah provinsi harus kita kuatkan,” sebut Ateng.

“Mudah-mudahan, ini menjadikan Jawa Barat semakin unggul, terdepan, dan maju,” tutupnya.

Editor

Recent Posts

Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran Anjlok Usai Diresmikan, Dandim Akui Tidak Kontrol Beban

SATUJABAR, PANGANDARAN--Jembatan Gantung Pongpet di Kabupaten Pangandaraan, Jawa Barat, tiba-tiba anjlok saat dilintasi Bupati Pangandaran,…

3 jam ago

Presiden Prabowo Terima Kartanu, Berlaku Seumur Hidup

JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto menerima kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) yang diserahkan oleh…

5 jam ago

2 Dugaan Kasus Korupsi Disidik KPK di Pemkab Bogor, Kasus Upah Pungut dan Pengadaan Barang dan Jasa

SATUJABAR, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi di Pemerintah Kabupaten…

5 jam ago

Wali Kota Instruksikan Manajemen Baru PDAM Tirtawening Konsolidasi Keuangan

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta jajaran manajemen baru Perumda Tirtawening Kota Bandung…

5 jam ago

Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Anjlok Usai Diresmikan, Bupati Citra Alami Luka Memar

SATUJABAR, PANGANDARAN--Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mengalami luka memar, setelah Jembatan Gantung Pongpet, yang baru diresmikannya…

6 jam ago

Dugaan Pidana Kebakaran Bromo Tengger Semeru Diselidiki

PROBOLINGGO – Kebakaran hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru diselidiki Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan…

7 jam ago

This website uses cookies.