Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau penyelesaian Jalan Regional Ring Road.(Foto: Humas Pemkot Bogor)
BOGOR – Jalan Regional Ring Road (R3) yang menghubungkan Kecamatan Bogor Barat, Bogor Utara, dan Tanah Sareal dengan Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Selatan dalam tahap penyelesaian.
Pengerjaan itu sejalan dengan visi Pembangunan: Bogor Beres, Bogor Maju pada misi Bogor Lancar secara bertahap terus direalisasikan. Berbagai program pembangunan berkelanjutan sedang dalam tahap pembangunan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa nantinya jalur R3 ini juga akan dilengkapi pedestrian. Tidak hanya membangun jalan, konektivitas akses mobilitas warga ini termasuk ke dalam pengembangan wilayah.
“Karena kan ini bagian dari pengembangan wilayah Timur Bogor. Jadi nanti treatment-nya harus sama. Nggak bisa di Bogor Barat pakai pedestrian, di sini tidak. Ya harus satu paket pembangunan harus merata secara bertahap,” ucap Dedie Rachim, Selasa (25/8/2026) melalui keterangan resmi Humas Kota Bogor dikutip website Pemkot Bogor.
Saat ini, progres pembangunan R3 sedang berproses dari segmen Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan. Setelah pembangunan ini selesai, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan dan jalan lanjutan sepanjang sekitar 1,7 kilometer.
“Lanjutannya Sindangrasa sampai dengan Sindangsari, Wangun ya. Kalau tidak kita cicil, ini pasti persoalannya akan tambah lama. Dan bagaimana mengurai kemacetan di tengah Kota Bogor jika ini terhambat. Karena ke depan ini salah satu alternatif atau solusi untuk memecah kemacetan di pusat kota,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR, Juniarti Estiningsih mengatakan, tahapan penyelesaian keseluruhan Jalan R3 ini akan selesai pada akhir 2028 dan bisa digunakan pada tahun 2029.
“Tahapan segmen sampai tepi sungai Katulampa Bendungan ini kan sedang dikerjakan. Tahap berikutnya, 2027 kita lakukan pembebasan, 2028 konstruksi, 2029 Insyaallah bisa dipakai,” ujarnya.
Dengan selesainya seluruh trase R3 ini, masyarakat akan mendapatkan manfaat langsung. Kemacetan di pusat kota akan terurai, akses masyarakat sekitar terbuka, ekonomi meningkat, dan konektivitas untuk mobilitas masyarakat akan terhubung.
Sehingga, visi Bogor Beres, Bogor Maju untuk mewujudkan Bogor Lancar bisa terealisasi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Warga sekitar akan punya hunian tepi jalan. Tentunya nilainya nanti kalau sudah ada jalan akan naik. Fasilitas masyarakat nanti bisa ada transportasi massal seperti Biskita dan lain sebagainya. Tapi intinya bahwa dengan adanya fasilitas ini di R3 ini akan tembus nanti Wangun, itu adalah untuk memecah kondisi kemacetan pusat kota. Seperti dalam visi Bogor Beres, Bogor Maju yang tercantum dalam misi Bogor Lancar,” ujarnya.
SATUJABAR, GARUT--Tiga orang wisatawan dilaporkan hilang setelah terseret arus Pantai Karangpapak, Kabupaten Garut, Jawa Barat.…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 25/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, SUKABUMI--Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sedikitnya 20 hektar kawasan Pegunungan Datarhuni, Kabupaten Sukabumi,…
JEMBRANA, BALI -- PLTS 100 GWp membawa energi surya ke berbagai skala kebutuhan. Diluncurkan dari…
BANDUNG - Bicara soal alas kaki, Cibaduyut tentu sudah menjadi salah satu kawasan yang lekat…
BANDUNG – Daftar skuad Persib diumumkan sebanyak 32 pemain yang akan berjuang mengarungi empat kompetisi…
This website uses cookies.