Berita

Jajaran Kemenhut Siaga Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

SATUJABAR, OGAN ILIR – Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah V Palembang terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang puncak musim kemarau 2026. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Tingkat Tapak yang dilaksanakan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (30/7).

Langkah preventif di tingkat tapak ini sejalan dengan komitmen dan arahan tegas Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang menekankan bahwa penanganan Karhutla harus mengedepankan paradigma pencegahan dini (early prevention) daripada pemadaman. Menteri Kehutanan menegaskan bahwa masyarakat sekitar kawasan hutan dan ekosistem gambut merupakan benteng utama dalam menjaga kelestarian alam. Oleh karena itu, seluruh jajaran Kemenhut di daerah diperintahkan untuk terus turun ke tapak, menyinergikan seluruh pemangku kepentingan—termasuk TNI, Polri, Pemda, dan pemegang izin—serta memberdayakan warga agar mampu mendeteksi dan mencegah titik api sebelum membesar, demi mewujudkan target Zero Karhutla.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan pencegahan Karhutla melalui peningkatan kapasitas masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan. Sebanyak 40 peserta yang berasal dari empat desa di sekitar KHDTK Kebun Raya Sriwijaya mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi dan masyarakat, antara lain perwakilan Kecamatan Indralaya Utara, BPHL Wilayah V, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, UPTD KPH Wilayah XII Benakat, pengelola KHDTK Kebun Raya Sriwijaya, Kepolisian Resor Ogan Ilir, Babinsa Koramil, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kelestarian ekosistem, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah pencegahan, deteksi dini, mekanisme pelaporan, serta upaya pengendalian Karhutla secara terpadu.

Kepala BPHL Wilayah V Palembang, Tuti Alawiyah Lubis menegaskan bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, masyarakat, aparat penegak hukum, hingga pelaku usaha kehutanan.

“Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat pemahaman, meningkatkan kewaspadaan, serta membangun komitmen bersama agar kejadian Karhutla dapat dicegah sejak dini,” tambah Tuti dilansir laman Kemenhut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, BPHL Wilayah V, aparat TNI/Polri, pemegang PBPH, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan wilayah Ogan Ilir yang bebas dari kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan KHDTK Kebun Raya Sriwijaya yang memiliki ekosistem gambut dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Sejalan dengan hal itu, Kepala UPTD KPH Wilayah XII Benakat, Gustiar Sarip menegaskan bahwa upaya pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan hutan dan lahan gambut, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat ditangani secepat mungkin. Pencegahan akan jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi,” tambah Gustiar Sarip.

KHDTK Kebun Raya Sriwijaya merupakan salah satu kawasan yang memerlukan perhatian khusus karena didominasi ekosistem gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran pada musim kemarau. Oleh sebab itu, pendekatan preventif melalui edukasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor menjadi prioritas dalam upaya perlindungan kawasan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Kehutanan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dalam mencegah terjadinya Karhutla. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan kemunculan titik panas (hotspot) di Kabupaten Ogan Ilir serta mendukung terwujudnya Zero Karhutla di kawasan KHDTK Kebun Raya Sriwijaya.

Editor

Recent Posts

Kemenhub Gerak Cepat Penanganan dan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dalam…

24 menit ago

Harga Emas Minggu 2/8/2026 Antam Rp 2.603.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 2/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

36 menit ago

Kemenhut Buka Mangrofest 2026 di Kaltim

SATUJABAR, NUSANTARA - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan…

42 menit ago

Kejadian Bencana dan Penanganan BNPB Hingga Minggu 2 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di…

2 jam ago

Taipei Open 2026: Leo/Daniel Juara!!!

SATUJABAR, TAIPEI – Taipei Open 2026 atau YONEX Taipei Open 2026 digelar 28 Juli hingga…

2 jam ago

Nirmal Purja, Pendaki Legenda Bintang Netflix, Gugur Diterjang Longsoran Salju

Nirmal Purja, Pendaki Legenda Bintang Netflix, Gugur Diterjang Longsoran Salju di area Broad Peak pada…

4 jam ago

This website uses cookies.