Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief.
SATUJABAR, JAKARTA – Kinerja industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025 tercatat di level 53,55, naik dibandingkan bulan sebelumnya (52,89) maupun periode yang sama tahun lalu (52,40).
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan penguatan ini ditopang oleh meningkatnya pesanan dan persediaan produk. “Indeks pesanan naik 2,98 poin menjadi 57,38 dan persediaan produk juga naik 2,05 poin ke 57,04,” jelas Febri di Jakarta, Kamis (28/8).
Meski begitu, variabel produksi justru turun ke angka 44,84. Menurut Febri, hal ini disebabkan oleh sebagian perusahaan yang memilih menahan produksi sambil memanfaatkan stok bahan baku lama. “Pembatasan pasokan gas pada Agustus juga jadi salah satu faktor yang membuat pelaku industri lebih hati-hati,” katanya.
Gas industri, khususnya Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), disebut masih menjadi isu krusial. Febri mencontohkan, pada industri oleokimia, setoran pajak meningkat hingga enam kali lipat setelah mendapat kepastian pasokan gas HGBT. Ia pun mengapresiasi langkah cepat Menteri ESDM dalam memastikan suplai gas kembali stabil.
Dari 23 subsektor industri pengolahan, 21 di antaranya tercatat ekspansi. Industri alat angkutan lainnya serta industri percetakan dan reproduksi media jadi subsektor dengan kinerja terbaik, didorong pesanan ekspor dan permintaan domestik.
Pasar ekspor juga cukup menggembirakan. IKI berorientasi ekspor naik menjadi 54,11, sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas 12,56 persen (yoy) di Triwulan II 2025. Sementara itu, permintaan dalam negeri tetap kuat dengan IKI domestik di level 52,64.
Kemenperin mencatat hampir 80 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya meningkat atau stabil. Optimisme untuk enam bulan ke depan pun naik tipis ke 68,1 persen, sementara tingkat pesimisme menurun menjadi 5,6 persen.
Febri menegaskan, IKI merupakan gambaran nyata kondisi industri nasional karena melibatkan lebih banyak responden dibanding Purchasing Manager Index (PMI). “IKI sejalan dengan data BPS dan bisa dijadikan acuan dalam membaca arah sektor manufaktur kita,” pungkasnya.
SATUJABAR, BANDUNG –Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) m,enyerukan kepada aparat di lapangan yang mengamankan aksi…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 29/8/2025 dikutip dari situs PT Aneka Tambang Tbk Rp…
SATUJABAR, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI kembali menghadirkan kabar baik. Hingga…
SATUJABAR, JEDDAH - Distributor besar Arab Saudi, Mohammed Bawazir for Trading Co., Ltd (MBT), menandatangani…
SATUJABAR, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi membuka Rapat Nasional Prediksi Musim…
SATUJABAR, BANDUNG – Rekomendasi saham Jum’at (29/8/2025) emiten Jawa Barat. Berikut harga saham perusahaan go…
This website uses cookies.