UMKM

Indikator Stabilitas Rupiah & Inflasi di Indonesia

Mencermati pemulihan ekonomi nasional yang sedang berlangsung, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas rupiah secara periodik.

Indikator stabilitas rupiah dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut:

Perkembangan Nilai Tukar 15 – 19 Agustus 2022

Pada akhir hari Kamis, 18 Agustus 2022

Rupiah ditutup di level (bid)  Rp14.830 per dolar AS.

Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke 7,03%.

DXY[1] menguat ke level 107,48.

Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 2,882%.

Pada pagi hari Jumat, 19 Agustus 2022

Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.840 per dolar AS.

Yield SBN 10 tahun stabil di level 7,03%.

Aliran Modal Asing (Minggu III Agustus 2022)

Premi CDS Indonesia 5 tahun naik ke 105,41 bps per 18 Agustus 2022 dari 95,36 bps per 12 Agustus 2022.

Berdasarkan data transaksi 15 – 18 Agustus 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp3,01 triliun terdiri dari beli neto Rp0,78 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp2,23 triliun di pasar saham.

Berdasarkan data setelmen s.d. 18 Agustus 2022, nonresiden jual neto Rp123,03 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp60,14 triliun di pasar saham.

Perkembangan Inflasi

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Agustus 2022, perkembangan inflasi sampai dengan minggu ketiga ​Agustus 2022 diperkirakan mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm).

Komoditas utama penyumbang deflasi Agustus 2022 sampai dengan minggu ketiga yaitu bawang merah sebesar -0,16% (mtm), cabai merah sebesar -0,11% (mtm), minyak goreng sebesar -0,07% (mtm), cabai rawit sebesar -0,06% (mtm), daging ayam ras sebesar -0,05% (mtm), tarif angkutan udara sebesar -0,03% (mtm), tomat sebesar -0,02% (mtm), serta bayam dan jeruk masing-masing sebesar -0,01% (mtm). Sementara itu, komoditas yang mengalami inflasi pada periode minggu ketiga Agustus 2022 yaitu Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,08% (mtm), rokok kretek filter sebesar 0,03% (mtm), telur ayam ras, air kemasan dan beras masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Sumber: Bank Indonesia

Editor

Recent Posts

Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Diterjang Puting Beliung di Bandung

SATUJABAR, BANDUNG--Angin puting beliung mengakibatkan rumah warga rusak dan pohon tumbang di Kabupaten Bandung, Jawa…

2 jam ago

Gudang Barang Bekas di Margaasih Bandung Ludes Terbakar

SATUJABAR, BANDUNG--Sebuah gudang penyimpanan barang rongsok di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ludes terbakar. Petugas pemadam…

2 jam ago

Wagub Jabar Lantik Anggota BPSK 2026-2031

BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan melantik 39 anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen…

8 jam ago

Mengenal Surliyadin, Atlet Basket SEA Games 2025 Resmi Jadi Perwira TNI AD

SATUJABAR, JAKARTA - Program khusus yang diinisiasi pemerintah menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dalam…

9 jam ago

Kolaborasi Berlanjut, bank bjb Perpanjang Kemitraan Strategis dengan Mabes TNI

BANDUNG – bank bjb kembali memperkuat sinergi strategis dengan Mabes TNI melalui penandatanganan perpanjangan perjanjian…

10 jam ago

Kab Bogor Terus Menggeliat, Kembangan Kawasan Sport Center 500 Hektare

SATUJABAR, CIBINONG - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, Kabupaten Bogor kembali mendapat kepercayaan dalam pengembangan…

11 jam ago

This website uses cookies.