Olahraga HYROX kini semakin populer di tengah masyarakat. Olahraga yang memadukan lari dengan latihan fungsional ini juga semakin banyak diminati perempuan. (foto: dok/Kemenpora)
JAKARTA – HYROX kini semakin olahraga populer di tengah masyarakat. Olahraga yang memadukan lari dengan latihan fungsional ini juga semakin banyak diminati perempuan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) melalui Indonesia Sport Summit (ISS) 2026 melihat pertumbuhan hybrid fitness dan kehadiran HYROX sebagai fenomena baru dalam olahraga partisipatif di Indonesia.
Fenomena tersebut akan hadir dalam Jakarta Hybrid Race (JHR) yang dijadwalkan berlangsung pada 11-13 September 2026 mendatang.
Hybrid race athlete asal Amerika Serikat, Johnny Tieu, menilai HYROX bukan olahraga yang hanya bisa dilakukan orang dewasa atau laki-laki. Menurutnya, olahraga ini dapat diikuti berbagai kalangan, termasuk perempuan.
“Menurut saya, perjalanan hyrox di Indonesia tidak hanya untuk laki-laki dewasa, tapi juga untuk perempuan. Dan bagi perempuan, ada banyak kategori. Mereka ingin menantang satu sama lain,” ujar Johnny saat menghadiri konferensi pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8) dilansir laman Kemenpora.
“Sejarahnya, laki-laki dulu yang menggunakan objek berat. Tapi sekarang, perempuan juga melakukannya,” imbuhnya.
Johnny mengatakan banyak orang tertarik mengikuti HYROX karena ingin berolahraga bersama teman sekaligus menantang kemampuan diri sendiri. Menurutnya, aktivitas yang menggunakan beban atau perlengkapan berat sebelumnya lebih banyak dilakukan laki-laki. Namun, kini perempuan juga mampu mengikuti aktivitas tersebut.
“Dulu, aktivitas yang menggunakan objek atau perlengkapan berat lebih banyak dilakukan laki-laki. Namun, sekarang perempuan juga mampu melakukannya. Menurut saya, hal tersebut sangat menarik dan bisa menjadi pengalaman baru bagi banyak orang,” jelasnya.
Selain terbuka bagi berbagai kalangan, Johnny menilai konsep hybrid fitness juga relatif mudah diperkenalkan kepada masyarakat. Salah satunya melalui konten video di media sosial.
“Saya melihat perjalanan dengan konsep hybrid juga sebagai sesuatu yang cukup mudah dilakukan. Saya mencoba memperkenalkannya melalui berbagai cara, termasuk video. Namun, ketika hanya melihat orang lain melakukannya, belum tentu seseorang tertarik untuk mencobanya sendiri,” imbuhnya.
Karena itu, Johnny kerap mengajak penonton berinteraksi dengan menanyakan siapa yang tertarik, tidak tertarik, atau bahkan belum pernah mendengar olahraga tersebut.
Menurutnya, pengalaman melihat teman mengikuti HYROX juga bisa menjadi pemicu seseorang untuk mencoba olahraga tersebut. Dari pengalaman pertama itu, rasa percaya diri dapat tumbuh dan mendorong seseorang untuk kembali mencoba.
“Ketika melihat teman melakukannya, seseorang biasanya akan berpikir bahwa dirinya juga mampu. Mungkin pada awalnya masih ragu untuk mencoba. Namun, setelah berhasil melewati pengalaman pertama, biasanya muncul keinginan untuk mencoba lagi,” urainya.
Pengalaman pertama tersebut, lanjut Johnny, dapat menjadi motivasi untuk terus mendorong diri dan memberikan kemampuan terbaik. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
“Semakin kuat dan bermanfaat sebuah komunitas, semakin baik pula ekosistem yang terbentuk. Dengan dukungan yang semakin besar, komunitas akan berkembang, perekonomian ikut bergerak, dan manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak orang,” pungkasnya.
JAKARTA - Kejuaraan Dunia BWF 2026 bergulir hari Senin (17/8) hingga Minggu (23/8) di Indira…
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir menegaskan Kementrian Pemuda…
BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan masa kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)…
BANDUNG - Bandung Great Sale 2026 resmi dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di kawasan…
JAKARTA - Kejuaraan Dunia BWF 2026 bergulir hari Senin (17/8) hingga Minggu (23/8) di Indira…
SATUJABAR, BANDUNG--Tim Satresnarkoba Polresta Bandung membongkar 'home industry', atau pabrik rumahan, minuman keras (miras) oplosan…
This website uses cookies.