Gaya Hidup

Fotografer Indonesia Didorong Go Global

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmennya mendorong fotografer Indonesia naik kelas hingga mampu bersaing di level global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem industri fotografi yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan upaya tersebut membutuhkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat ekonomi kreatif mulai dari fotografer, komunitas, asosiasi, hingga berbagai pemangku kepentingan.

“Kementerian Ekraf melihat fotografi memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi subsektor unggulan ekonomi kreatif meski menghadapi banyak tantangan. Karena itu, kami akan terus mendukung ruang dan kegiatan kolaborasi yang mampu mengakomodasi komunitas, asosiasi, dan para fotografer agar dapat bergerak bersama membangun ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Irene dalam audiensi bersama PT Benih Kreasi Indonesia di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin 11 Mei 2026 dilansir laman Kementerian Ekraf.

Irene menambahkan, penguatan subsektor fotografi tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial semata, tetapi juga harus diarahkan pada perluasan akses pasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga perlindungan karya dan hak kekayaan intelektual.

“Hal paling penting adalah bagaimana kita memperbesar pasar dan membuka akses yang lebih luas bagi fotografer Indonesia. Pemerintah ingin subsektor fotografi tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional melalui kolaborasi, promosi, dan penguatan standar profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Founder PT Benih Kreasi Indonesia, Lucia Hartanto, mengungkapkan Indonesia memiliki banyak talenta fotografi potensial, namun masih membutuhkan sistem yang mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif secara menyeluruh.

Melalui gagasan Indonesia Photography Summit, Benih Kreasi Indonesia ingin menghadirkan forum fotografi yang mempertemukan pemerintah, kreator, komunitas, dan institusi melalui forum diskusi, workshop, expert sharing, bazar, hingga community experience zone.

“Indonesia tidak kekurangan fotografer berbakat. Yang dibutuhkan saat ini adalah sistem yang mampu membantu mereka bertumbuh, dikenal, terlindungi, dan memiliki akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas. Indonesia Photography Summit diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem fotografi yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Lucia.

Audiensi juga membahas pentingnya adaptasi fotografer terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), peningkatan kualitas tenaga kerja kreatif, hingga penguatan perlindungan hak cipta dan karya fotografer Indonesia guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Ekraf turut didampingi Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa.

Editor

Recent Posts

Mama Syatibi, Ulama Kharismatik Sumedang

Mama Syatibi, ulama kharismatik asal Sumedang ikhlas dalam berdakwah. Dengan jalan kaki, naik delman, naik…

2 jam ago

Bandara Husein Siap Layani Pesawat Jet

SATUJABAR, BANDUNG - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mulai menjalankan persiapan optimalisasi…

2 jam ago

Piala Dunia 2026 Grup G: Belgia & Mesir Lolos, Iran Nunggu

SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Jum’at 26 Juni 2026 waktu setempat atau Sabtu 27…

4 jam ago

Harga Emas Sabtu 27/6/2026 Antam Rp 2.660.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 27/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

6 jam ago

Piala Dunia 2026 Grup H: Tanjung Verde Dampingi Spanyol Lolos 32 Besar, Uruguay Arab Selesai

SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Jum’at 26 Juni 2026 waktu setempat atau Sabtu 27…

6 jam ago

Presiden Prabowo Subianto Buka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan…

10 jam ago

This website uses cookies.