Berita

FESyar Sokong Posisi Strategis Indonesia di Syariah Global

SATUJABAR, JAKARTA – Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar). Pada tahun 2025, sektor Halal Value Chain Indonesia menunjukkan kinerja yang positif, tercermin dari peningkatan ekspor produk makanan dan minuman halal serta fesyen muslim. Indonesia juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim terbaik dunia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berpotensi memperkuat daya saing nasional. Untuk itu, FESyar hadir di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel), sebagai ruang kolaborasi peningkatan kapasitas UMKM dan generasi muda, serta penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang (5/6). Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Dekranasda Sumsel, Komite Nasional dan Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS dan KDEKS), para pimpinan perguruan tinggi, pondok pesantren, perbankan, asosiasi, dan pelaku usaha daerah.

Destry menegaskan bahwa eksyar merupakan salah satu pilar penting dalam sumber pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Sejalan dengan arah pembangunan nasional, eksyar menjembatani antara produktivitas dan inklusivitas, antara inovasi dan nilai-nilai luhur, serta antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pada 2025, sektor halal value chain Indonesia tumbuh 6,21% (yoy). Pembiayaan syariah juga berkontribusi positif terhadap penguatan eksyar. Hal ini tecermin dari pembiayaan syariah yang tumbuh mencapai 10,84% (yoy) pada April 2026 dengan risiko kredit yang rendah yaitu 2,28% (yoy). “Arah kebijakan eksyar Bank Indonesia difokuskan pada penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan dan pembiayaan syariah, serta penguatan literasi, inklusi, dan gaya hidup halal. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong eksyar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya dilansir laman Bank Indonesia.

BACA JUGA: Harga Emas Sabtu 6/6/2026 Antam Rp 2.738.000 Per Gram

SIMAK: Begini Cara Menabung Dapat Emas

Gubernur Sumsel, Herman Deru juga memiliki perhatian besar pada pengembangan eksyar di wilayah Sumsel. Menurutnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah yang terus diperkuat melalui berbagai program strategis. “Melalui berbagai program unggulan seperti 100.000 Sultan Muda dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren, kami terus mendorong lahirnya generasi muda dan pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujar Herman Deru. Sumsel memiliki potensi pengembangan eksyar yang besar. Dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 7,72 juta jiwa atau 97,22% dari total penduduk, Sumsel memiliki basis pasar syariah yang sangat besar. Potensi ini didukung oleh 670 pondok pesantren, 34 kantor bank umum syariah dan 15 unit usaha syariah, serta lebih dari 27 ribu produk yang telah bersertifikat halal.

FESyar Sumatera merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, yang merupakan program tahunan Bank Indonesia. Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar Sumatera 2026 menghadirkan berbagai program unggulan, antara lain PESAT (Pesantren Sejahtera Terakselerasi), UNGGUL (Upaya Nasionalisasi Gerakan Wakaf untuk Komoditas Unggulan), dan BERKAH (Bina dan Percepat Sertifikasi Halal untuk Pariwisata). Ketiga program tersebut dirancang untuk memperkuat peran pesantren, mengoptimalkan wakaf produktif, serta mempercepat sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah daerah.

Penyelenggaraan FESyar dan ISEF merupakan wujud komitmen bersama Bank Indonesia, KNEKS dan KDEKS, kementerian/lembaga, otoritas terkait, industri keuangan syariah, asosiasi, akademisi, serta pelaku usaha. Pengembangan eksyar yang inklusif dan berkelanjutan ditujukan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah, meningkatkan daya saing eksyar Indonesia, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Editor

Recent Posts

Polytron Indonesia Open 2026: Jojo Melaju ke Final Lawan Pemain Kanada

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…

49 menit ago

Tersangka Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling

Tersangka penyelundupan 796 kg sisik trenggiling melibatkan Kapten Kapal Warga Vietnam diserahkan ke Kejari Cilegon.…

1 jam ago

Libur Sekolah 2026: KAI Berikan Diskon Hingga 30 Persen

Libur sekolah mendorong peningkatan perjalanan transportasi massal seperti kereta api ke sejumlah tujuan khususnya obyek…

1 jam ago

KA Cikuray Gunakan Sarana Ekonomi Mulai 10 Juni 2026

KA Cikuray relasi Garut–Pasar Senen pulang pergi mulai 10 Juni 2026 akan menggunakan model baru…

1 jam ago

Hari Lingkungan Hidup, Wabup Kuningan: Saatnya Bekerja untuk Iklim

Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang berlangsung di Komplek Islamic Center Kuningan, Sabtu (6/6/2026)…

2 jam ago

Bali Wellness Expo 2026, Wamenpar: Masa Depan Pariwisata Indonesia

Bali Wellness and Beauty Expo 2026 tidak hanya mempertemukan para pelaku industri , tetapi juga…

3 jam ago

This website uses cookies.