Festival Asia Afrika.(Foto: Humas Pemkot Bandung)
SATUJABAR, BANDUNG – Festival Asia Afrika 2026 akan berlangsung pada 10–12 Juli. Event ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga mengusung diplomasi budaya, diplomasi kopi, serta nilai inklusivitas sebagai bagian dari semangat Konferensi Asia Afrika.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, rangkaian kegiatan diawali pada Jumat dengan simposium lanjutan mengenai proses pengusulan Jalan Asia Afrika sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Menurut Farhan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyelesaikan berbagai dokumen yang akan disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan pada September mendatang sebelum diteruskan kepada UNESCO.
“Prosesnya memang tidak bisa sebentar. Sekarang kami sedang menyiapkan seluruh dokumen pendaftaran agar Jalan Asia Afrika dapat didaftarkan sebagai warisan dunia UNESCO,” ujarnya, pada Rabu, 8 Juli 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.
Pada Jumat malam, Pemkot Bandung akan menggelar jamuan makan malam bersama sekitar 25 duta besar negara-negara Asia dan Afrika. Pada kesempatan tersebut, Kota Bandung akan memperkenalkan diplomasi kopi dengan menghadirkan berbagai kopi unggulan dari Bandung Raya.
Farhan menyebut salah satu kopi legendaris yang dipastikan hadir adalah Kopi Aroma, disertai berbagai pelaku usaha kopi lainnya dari kawasan Bandung Raya.
Sedangkan pada Sabtu, 11 Juli pagi, kegiatan akan diawali dengan History Walk dari Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka.
Sebelum pawai dimulai, peserta akan mendengarkan narasi mengenai pentingnya inklusivitas yang disampaikan aktivis disabilitas dan lansia, Farhan Helmy.
“Semangat yang ingin kami hadirkan adalah bahwa Asia Afrika juga berbicara mengenai inklusivitas,” katanya.
Festival kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni, bazar, seminar hingga Minggu, 12 Juli. Salah satu agenda penting adalah presentasi Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Farhan mengatakan sekitar 30 peserta akan mengikuti pawai budaya yang dimulai pukul 08.00 WIB. Selain itu terdapat delegasi budaya dari Malaysia yang akan menampilkan kesenian sekaligus menjajaki kerja sama dengan Kota Bandung.
Meski diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana sebagai dampak efisiensi anggaran, Farhan memastikan kualitas penyelenggaraan tetap terjaga dengan melibatkan para seniman dan komunitas lokal Bandung.
“Yang penting semangat Festival Asia Afrika tetap hidup. Pengisi acaranya lebih banyak anak-anak Bandung,” ujarnya.
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Jum’at 10/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, JAKARTA - Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Kabar duka datang dari keluarga besar Partai…
Beasiswa Bidang Keolahragaan ini membuka kesempatan bagi pelaku olahraga untuk melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2)…
SATUJABAR, BOGOR – Akses Keluar Tol Ciawi Selatan (off-ramp) pada Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi…
SATUJABAR, JAKARTA - Pariwisata Indonesia kembali menunjukkan ketahanan dan daya saing di tengah dinamika geopolitik…
Wamen Ekraf Irene Umar menjadi pembicara dalam ajang Finance 2045 oleh Trescon Global di Sheraton…
This website uses cookies.