Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol. Surawan.(Foto:Istimewa).
SATUJABAR, BANDUNG–Jumlah bayi yang sudah dijual ke luar negeri oleh sindikat perdagangan bayi jaringan internasional yang berhasil dibongkar Polda Jawa Barat, tidak main-main. Berdasarkan pengakuan para pelaku yang diamankan semuanya perempuan, sudah 24 bayi dijual ke Singapura dengan modus adopsi, bahkan ada yang sudah dipesan dari orangtuanya saat bayi masih dalam kandungan.
“Komplotan, atau sindikat perdagangan bayi modus adopsi ini sudah beroperasi sejak tahun 2023. Berdasarkan pengakuan sementara para pelaku, sudah 24 bayi yang dijual ke luar negeri, ke Singapura,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimun) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Surawan, di Markas Polda (Mapolda) Jawa Barat, Senin (14/07/2025).
Tim Ditreskrimum Polda Jawa Barat berhasil menyelamatkan enam bayi di tempat penampungan di Pontianak, Kalimantan Barat. Keenam bayi tersebut, rencananya siap untuk dikirim ke pihak yang akan mengadopsi di Singapura, dengan harga yang disepakati Rp.11 juta hingga Rp.15 juta.
Surawan mengungkapkan, bayi-bayi yang dijual sebagai korban tindak pidana penjualan orang (TPPO), atau human trafficking jaringan internasional, ada yang dibeli langsung dari orangtuanya dengan modus adopsi, dan hasil kejahatan menculik.
“Berawal dari kasus penculikan bayi yang dilaporkan orangtuanya ke Polda Jabar, kami berhasil mengungkap sindikat perdagangan bayi ke luar negeri. Dari komplotan, atau sindikat ini, kami mengamankan 12 orang pelaku, dan bayi-bayi yang dijual sebagian besar dari Jawa Barat,” ungkap Surawan.
Selain bayi dibeli untuk diadopsi setelah dilahirkan orangtuanya, juga ada yang dipesan saat masih dalam kandungan. Orang tuanya sengaja menjual bayi saat masih dalam kandungan, dibiayai persalinannya selanjutnya bayi setelah dilahirkan diambil untuk dijual luar negeri setelah membuat dokumen palsu dan paspor agar bisa dikirim.
“Sejauh ini berdasarkan keterangan pelaku, Singapura menjadi negara tujuan menjual bayi untuk diadopsi. Kita masih dalami dan kembangkan, kemungkinan adanya negara-negara lain selain Singapura,” jelas Surawan.
Enam bayi yang berhasil diselamatakan, saat ini sudah diitipkan di Rumah Sakit Polri Sartika Asih, Kota Bandung. Bayi-bayi tersebut sudah dalam perawatan tim medis, untuk diperiksa kesehatannya.(chd)
SATUJABAR, TAIPEI – Taipei Open 2026 atau YONEX Taipei Open 2026 digelar 28 Juli hingga…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu…
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. SATUJABAR,…
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyampaikan ajang…
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 1/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
This website uses cookies.