Berita

Deddy Mulyana: Tradisi Menulis Buku di Kalangan Akademisi Penting

BANDUNG – Guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Deddy Mulyana menghimbau akademisi komunikasi di Indonesia menghidupkan kembali tradisi menulis buku.

Menurutnya, obsesi atas publikasi di jurnal-jurnal terindeks Scopus sangat khas di negara-negara berkembang, berbeda dengan apa yang dikembangkan oleh akademisi di negara maju.

“Di Indonesia ini agak aneh, Scopus menjadi primadona. Kondisi ini menjadi standar negara-negara berkembang,” ujarnya dalam acara bedah buku karya terbarunya bertajuk “Teori-teori Komunikasi, Aplikasi Praktis” di Auditorium Fakultas Ilmu Komunikasi-Universitas Padjadjaran, Jatinangor-Sumedang, Rabu (14/8) melalui siaran pers.

Mulyana mengakui saat ini ada alasan struktural yang mengakibatkan turunnya minat para akademisi menulis buku. Dia menemukan sejumlah perguruan tinggi memberikan poin kinerja dosen lebih rendah untuk publikasi buku dibandingkan publikasi di jurnal terindeks Scopus.

Dibandingkan dengan di Indonesia, lanjutnya, kriteria kualitas dosen di AS lebih holistik. Di sana, kriteria kualitas dosen terlihat dari tingkat kerajinan dalam mengajar, pendekatan mengajar yang menarik, dan publikasi yang salah satunya berupa buku. Menulis buku sangat penting sebagai karya ilmiah.

“Di AS, buku itu ditulis oleh profesor-profesor yang jenjangnya lebih tinggi. Ada idiom yang menyatakan seseorang tidak akan bisa menjadi profesor sebelum dia menulis buku teks,” katanya.

Dia menunjukkan sejumlah buku karya akademisi ternama yang sampai saat ini masih sangat populer karena buku yang dihasilkannya seperti. Hingga saat ini buku-buku teks klasik karya Koentjaraningrat, Miriam Budiarjo, hingga Djalaluddin Rakhmat masih digunakan dan dikutip.

“Mereka lebih dikenal sebagai penulis buku, ketimbang sebagai penulis di artikel jurnal ilmiah. Meskipun mereka tetap memiliki publikasi di jurnal ilmiah,” paparnya.

Membedah Peristiwa Aktual

Mulyana menyatakan beragam peristiwa aktual di masyarakat saat ini dapat dibedah dengan menggunakan teori-teori komunikasi. Melalui tujuh teori komunikasi dan dua metodologi yang tersaji di dalam buku ini, dia mengulas sejumlah peristiwa yang sempat menghebohkan publik, antara lain kasus Sambo, kasus Jessica, dan kematian Eril.

“Teori-teori komunikasi itu tidak selalu harus digunakan dalam karya ilmiah yang canggih seperti artikel di jurnal ilmiah atau buku. Melalui teori-teori konstruktivis, saya menyebutnya teori-teori interpretif, kita bisa melihat fenonema dengan perspektif dan cara yang berbeda. Kita bisa membedah realitas apapun,” ungkapnya.

Sejumlah akademisi mengapresiasi karya terbaru Deddy Mulyana yang selama ini dinilai produktif dalam menyebarkan buah pikirannya. Guru Besar Ilmu Komunikasi Unpad Atwar Bajari mengatakan Deddy Mulyana memiliki cara tersendiri dalam menjelaskan teori-teori komunikasi. Melalui berbagai narasi yang disajikan di dalam buku-buku teks karyanya, Bajari menilai Deddy Mulyana telah memberikan pendekatan yang khas bagi para pembaca yang ingin mempelajari beragam teori komunikasi.

Bahkan, Akademisi Unpad Subekti W. Priyadharma merefleksikan Mulyana sebagai interpretivis murni. “Pesan moral dan pesan religius jadi kekhasan tulisan beliau sekaligus pemaknaan terhadap realitas sosial.”

Di sisi lain, Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik LSPR Lely Arianne dan Guru Besar Ilmu Komunikasi Unisba Neni Yulianita mengakui berbagai publikasi karya Prof. Deddy Mulyana mengispirasi mereka untuk menulis.

Editor

Recent Posts

Tol Purbaleunyi Arah Jakarta Lengang, Puncak Arus Balik Lebaran Sudah Terlewati

SATUJABAR, BANDUNG--Jalur Tol Purbaleunyi dari Bandung arah Jakarta sudah lengang, setelah puncak arus balik memasuki…

5 jam ago

Jumlah Penumpang Whoosh Selama Libur Lebaran Capai Puncaknya Pada 24 Maret, Tembus 24 Ribu

SATUJABAR, JAKARTA - KCIC mencatat volume penumpang Whoosh pada 24 Maret 2026 mencapai 24.315 penumpang…

7 jam ago

Urusan Rasa yang Disarankan di Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Kota Bandung menegaskan diri sebagai surga kuliner yang tak pernah kehilangan pesonanya.…

8 jam ago

Seskab Teddy & Menhub Dudy Cek Terminal Pulo Gebang

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memantau langsung…

8 jam ago

Arus Balik Lebaran Terkendali, One Way Nasional Presisi KM 414–KM 263 Dihentikan Bertahap

SATUJABAR, SUKOHARJO - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H.,…

8 jam ago

67 Kasus Wisatawan Terpisah dari Keluarga di Pangandaran Selama Libur Lebaran

SATUJABAR, PANGANDARAN--Selama libur Lebaran 2026, Wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat, dipenuhi wisatawan datang dari berbagai…

8 jam ago

This website uses cookies.