Berita

Dalam Dua Hari, 14 Bencana Longsor Melanda Kuningan

Seluruh kejadian bencana itu diawali dengan hujan intensitas ringan hingga lebat dalam durasi waktu yang lama.

SATUJABAR, KUNINGAN — Belasan kejadian bencana tanah longsor dan pergerakan tanah melanda berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan dalam dua hari terakhir. Seluruh kejadian bencana itu diawali dengan hujan intensitas ringan hingga lebat dalam durasi waktu yang lama.

Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten Kuningan, terdata ada 14 kejadian bencana yang dilaporkan terjadi pada Sabtu (10/5/2025) hingga Ahad (11/5/2025). Adapun bencana itu terdiri dari tanah longsor yang terjadi di Dusun Cikoneng, Desa Linggajaya, Kecamatan Ciwaru, Sabtu (10/5/2025) pukul 14.00 WIB; di Dusun Sukaremi, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciniru, Sabtu (10/5/2025) pukul 18.30 WIB; di Dusun Puhun, Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru, Sabtu (10/5/2025) pukul 18.30 WIB; dan di Dusun Mekarmulya, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru pada Sabtu (10/5/ 2025) pukul 18.30 WIB.

Selain itu, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Dusun Pahing, Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, Ahad (11/5/2025) pukul 05.30 WIB; di Dusun Babakan, Desa Citikur, Kecamatan Ciwaru pada Sabtu (10/5/2025) pukul 19.30 WIB dan di Dusun Karang Tumaritis, Desa Lebakherang, Kecamatan Ciwaru, Sabtu (10/5/2025) pukul 18.30 WIB.

Tanah longsor juga terjadi di Dusun Cilayung, Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru pada Sabtu (10/5/2025) pukul 18.30 WIB; di Desa Pamupukan, Kecamatan Ciniru pada Sabtu (10/5/2025) pukul 19.00 WIB;  di Dusun Manglayang, Desa Situgede, Kecamatan Subang pada Sabtu (10/5/2025) pukul 19.00 WIB; di Dusun Puhung, Desa Jalatrang Kecamatan Cilebak pada Sabtu (10/5/2025) pukul 19.30 WIB; di Dusun Pahing, Desa/Kecamatan Cilebak pada Sabtu (10/5/2025) pukul 19.30 WIB; dan di Dusun Dua, Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak pada Sabtu (10/5/2025) pukul 19.30 WIB.

Tak hanya longsor, bencana pergerakan tanah juga terjadi di Dusun Pahing, Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, pada Sabtu (10/5/2025P pukul 18.30 WIB. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana tersebut,” ujar Kepala Pelaksna BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana.

Indra mengatakan, seluruh bencana tersebut diawali dengan hujan intensitas ringan hingga lebat dalam durasi aktu yang lama. Dia pun meminta, warga untuk tetap waspada akan potensi bencana yang masih mengintai.

Selain tanah longsor dan pergerakan tanah, bencana lain yang melanda wilayah Kabupaten Kuningan berupa angin kencang. Bencana itu terjadi di Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang pada Jumat (9/5/2025). Angin kencang itu menumbangkan pohon aren dan menimpa bangunan sekolah Raudhatul Athfal (RA) Al-Ihya.

Akibatnya, atap dua ruang kelas rusak, genting hancur, rangka baja dan plafon rusak berat. Untuk sementara, proses belajar mengajar pun dialihkan ke ruang kantor guru.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar pun meninjau sekolah tersebut pada Sabtu (10/5/2025) kemarin. Dia menyatakan, akan memberikan bantuan.

“Kami bantu untuk rangka baja ringan, sementara genting koordinasikan melalui Kementerian Agama. Dalam perbaikannya nanti mari kita bergotong royong agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali seperti biasa,” katanya. (yul)

Editor

Recent Posts

Pertemuan Musim Semi IMF-World Bank 2026 Dorong Langkah Bersama Hadapi Ketidakpastian Global

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral menyepakati Global Policy Agenda sebagai langkah bersama mengelola…

12 jam ago

Presiden Prabowo Beri Arahan Kepada Ketua DPRD Se-Indonesia

Dalam pengantar arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Negara didasarkan pada pertimbangan peran strategis…

12 jam ago

Persiapan PON 2032. Wali Kota Bandar Lampung Terima Audiensi KONI Pusat

SATUJABAR, BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menerima audiensi jajaran Komite …

15 jam ago

Harga Emas Batangan Antam Sabtu 18/4/2026 Rp 2.884.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Sabtu 18/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…

15 jam ago

Potensi Pengembangan Rare Earth di Indonesia, BRIN Ungkapkan Tantangannya

Secara global, lanjutnya, LTJ merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan untuk teknologi modern, mulai dari…

15 jam ago

BRIN Bandung Siapkan Ketangguhan di Kawasan Rawan Bencana

SATUJABAR, BANDUNG - Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset, dan Kawasan Sains dan Teknologi (DPLFRKST) Badan…

15 jam ago

This website uses cookies.