Sungai Citarum
Dalam perjalanan sejarah Sunda, Ci Tarum erat kaitannya dengan Kerajaan Taruma.
Kerajaan yang menurut catatan-catatan Tionghoa dan sejumlah prasasti pernah ada pada abad ke-4 sampai abad ke-7.
Komplek bangunan kuno dari abad ke-4, seperti di Situs Batujaya dan Situs Cibuaya menunjukkan pernah adanya aktivitas permukiman di bagian hilir.
Sisa-sisa kebudayaan pra-Hindu dari abad ke-1 Masehi juga ditemukan di bagian hilir sungai ini.
Sejak runtuhnya Taruma, Ci Tarum menjadi batas alami Kerajaan Sunda dan Galuh, dua kerajaan kembar pecahan dari Taruma, sebelum akhirnya bersatu kembali dengan nama Kerajaan Sunda.
Ci Tarum juga disebut dalam Naskah Bujangga Manik, suatu kisah perjalanan yang kaya dengan nama-nama geografi di Pulau Jawa dari abad ke-15.
Pada masa pendudukan Belanda di Indonesia, telah dibangun sejumlah PLTA di anak sungai ini.
Seperti PLTA Plengan dan PLTA Lamajan di Ci Sangkuy, serta PLTA Bengkok di Ci Kapundung.
Selain itu, juga dibangun Bendung Walahar di Karawang untuk mengairi lahan pertanian seluas 87.000 hektar.
Sumber: Wikipedia
BRI Jazz Gunung Series 2026 kembali menghadirkan pengalaman wisata unik melalui perpaduan musik jazz, keindahan…
SATUJABAR, JAKARTA - Festival Tabut akan kembali digelar pada 16–25 Juni 2026 di Lapangan Sport…
Paviliun Wonderful Indonesia meraih predikat sebagai “Best Booth Design” di SITF 2026 Seoul Korea Selatan,…
SATUJABAR, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menegaskan komitmennya bersama Wakil…
Kepala BGN Nanik S Deyang dilantik bersama wakilnya Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala…
SATUJABAR, BOGOR--Kasus kejahatan jalanan, aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beberapakali terjadi di wilayah…
This website uses cookies.