Bunga krisan (pexels)
BANDUNG: Bunga krisan asal Desa Sukamanah Kec. Megamendung Kab. Bogor diekspor ke Jepang.
Prosesi ekspor dihadiri Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), pekan lalu.
Pada kesempatan itu dilakukan panen sekaligus mengecek persiapan ekspor bunga krisan ke Jepang yang dibudidayakan Kelompok Tani Swastika Jaya.
Kelompok tani ini adalah binaan Direktorat Jenderal Hortikultura.
Kelompok Tani Swastika Jaya merupakan penerima program pengembangan Kampung Flori sehingga mendapat alokasi fasilitasi bantuan Green House tahun 2022 seluas 1.024 m2.
Dalam kesempatan ini Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyebutkan Deesa Sukamanah akan dijadikan sentra bunga krisan.
“Kami sepakat desa ini ingin kita jadikan sentra bunga krisan,” ujarnya dikutip situs Pemprov Jabar.
Iwan juga mengapresiasi program terobosan Kementan yang membangun Kampung Flori di Kabupaten Bogor.
Ini sangat mendukung pengembangan potensi Kab. Bogor yang berbasis pedesaan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kedatangan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Desa Sukamanah yang menjadikan desa ini sebagai sentra petani bunga krisan,” bebernya.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menerangkan krisan Indonesia merupakan jenis krisan yang unggul.
Sebab krisan Indonesia dibudidayakan di negara tropis.
“Sehingga diminati pasar ekspor dengan harga yang tinggi, yakni di negara Eropa dan negara lainnya.”
Dengan begitu, peluang ekspor krisan Indonesia sangat besar mengingat krisan yang dijual di pasar dunia kebanyakan dari negara sub tropis yang kualitas dan minatnya di bawah krisan dari negara tropis.
“Bunga khususnya krisan dari negara tropis itu memiliki daya tahan yang lama dan tampilannya sangat cantik. Tak hanya itu, peluang ekspor krisan kita pun terbuka lebar karena Indonesia punya kontrak nilainya trilyunan,” terangnya.
Menurutnya, selama tiga tahun terakhir ini, ekspor pertanian naik 38 persen lebih, nilainya Rp 625 triliun.
Oleh karena itu, mendorong ekspor krisan ini akan menjadi tambahan dan andalan untuk menaikkan ekspor pertanian ke depan.
“Kita bersama Pak Plt. Bupati dan Camat sama-sama mendorong potensi yang ada di Green House Kelompok Tani Swastika Jaya karena memproduksi bunga krisan yang sangat diminati dunia, memiliki harga yang mahal,” imbuhnya.
SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta…
Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR).…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi…
SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.…
Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda…
SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dan penganiayaan berat YT, wanita…
This website uses cookies.