Berita

Banjir Parah di Cisolok Sukabumi Surut, Warga Terserang Penyakit

SATUJABAR, SUKABUMI–Bencana banjir paling parah yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai surut. Banjir memunculkan keluhan warga terdampak terhadap kondisi kesehatannya, seperti merasakan demam, sakit badan, hingga badan lemas.

Bencana banjir paling parah di wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, melanda Kampung Tugu, Desa Cikahuripan. Ketinggian banjir yang menggenangi rumah-rumah warga, sejak Senin (27/10/2025) sore, akibat Sungai Cisolok meluap diguyur hujan deras, mulai surut.

Bencana banjir memunculkan keluhan warga terdampak atas kondisi kesehatannya. Tidak sedikit warga terdampak yang mendatangi posko kesehatan darurat, merasakan demam, sakit badan, lemas, penyakit bawaan darah tinggi dan diabetesnya kambuh.

“Sejak dibuka posko kesehatan darurat , Senin (27/10/2025) malam, warga terdampak datang mengeluhkan kondisi kesehatannya. Mereka rata-rata merasakan demam, sakit badan, serta badan lemas,” ujar dokter Puskesmas Cisolok, Raudiya, Selasa (28/10/2025).

Raudiya menambahkan, memasuki Selasa, saat posko dibuka sejak pagi, tercatat sudah ada 85 orang warga datang. Mereka memeriksakan penyakit bawaan yang kambuh, seperti darah tinggi dan diabetes.

Pasca banjir, tingginya aktivitas warga terdampak kembali ke rumahnya untuk membersihkan dan merapikan barang-barang, bisa menjadi pemicu mereka mengeluhkan kondisi kesehatannya. Warga diminta tetap menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi tubuh saat beraktivitas pasca banjir.

“Iya, tidak menutup kemungkinan datang penyakit akibat infeksi, seperti gatal-gatal, gangguan pernapasan, batuk dan pilek. Itu harus diantisipasi dengan menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas, ditambah kondisi cuaca dan mulai musim hujan,” kata Raudiya.

Bencana banjir di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, selain menggenangi rumah-rumah warga, juga menerjang bangunan SDN Cikahuripan, dan kantor desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok.

Status tanggap darurat ditetapkan dalam keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/kep 859 – BPBD/2025. Dalam surat tersebut, status tanggap darurat bencana banjir di wilayah Kecamatan Cisolok dan Cikakak, berlaku selama lima hari, sejak tanggal 27 Oktober hingga 31 Oktober 2025.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, musibah banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, melanda delapan kampung di wilayah Kecamatan Cisolok. Enam kampung terendam banjir, dan dua kampung lainnya dilanda tanah longsor.

Tercatat 626 Kepala Keluarga (KK), atau 1.873 warga terdampak banjir yang terjadi, Senin (27/10/2025) sore. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara dan kerabatnya.

Enam wilayah terdampak banjir, yakni di Kampung Tugu Desa Cikahuripan, Kampung Cikondang dan Marinjung, Desa Karangpapak, Kampung Cigoler, Desa Cisolok, Kampung Cikondang, Kampung Cikelat, Desa Wangunreja. Dua wilayah yang dilanda tanah longsor, yakni Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, dan Kampung Cikondang, Desa Wangun Sari.

Banjir di Kecamatan Cisolok paling parah terjadi di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan. Banjir akibat Sungai Cisolok meluap setelah diguyur hujan deras.

Sedikitnya 500 Kepala Keluarga di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, terdampak banjir. Banjir merendam rumah-rumah warga dan juga memutus jembatan menghubungkan Desa Cisolok dengan Desa Cikahuripan.

Sementara itu, tanah longsor di Desa Wangunsari, mengakibatkan lima rumah warga rusak berat. Tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cisolok.

Editor

Recent Posts

Kemenag Komit Benahi Tata Kelola & Kesejahteraan Guru

SATUJABAR, JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan…

42 menit ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Senin 2/2/2026 Rp 3.027.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Senin 2/2/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 3.027.000…

1 jam ago

Kenapa Penetapan 1 Ramadan 1447 H Muhammadiyah Berbeda dengan Turki? Ini Penjelasannya

SATUJABAR, BANDUNG - Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.…

1 jam ago

Pemkot Siapkan Ribuan Paket Pelatihan Kerja 2026, Begini Cara Daftarnya!

SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali membuka akses peningkatan kompetensi dan kemandirian…

4 jam ago

Edukasi Bencana Tanpa Panik Ala Sesar Lembang Culture

SATUJABAR, BANDUNG - Kesadaran akan potensi bencana di Kota Bandung tidak harus dibangun dengan rasa…

4 jam ago

DPD RI Jabar Beri Bantuan ke Lokasi Bencana di KBB

SATUJABAR, BANDUNG BARAT – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah…

4 jam ago

This website uses cookies.