Berita

Balas Dendam, 2 Pemuda di Kabupaten Bandung Kompak Habisi Pelajar SMA

SATUJABAR, BANDUNG–Balas dendam setelah terlibat keributan di jalan, menyeret dua pemuda di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ke penjara. Keduanya diringkus polisi setelah kompak menghabisi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga tewas.

Kedua pemuda berinisial TB, 25 tahun, dan AM, 18 tahun, diringkus Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung, di tempat persembunyiannya di daerah Cicalengka, Kabupaten Bandung. Keduanya lari dan bersembunyi, setelah kompak menghabisi anak ‘punk’, yang berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut Kastreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, terungkapnya kasus penganiayaan yang menewaskan korban berinisial HS, 16 tahun, berawal dari informasi dari rumah sakit. Informasi tersebut menyebutkan, ada remaja pria dalam kondisi babak-belur dibawa ke rumah sakit sampai akhirnya tidak tertolong.

“Informasi dari rumah sakit di Cicalengka, pada Rabu 14 Mei 2025. Kami langsung datang dan mengidentifikasi korban, yang diketanui berinisial HS, berstatus pelajar berusia 16 tahun,” ujar Luthfi, kepada wartawan, di Markas Polresta (Mapolresta) Bandung, Rabu (28/05/2025).

Luthfi mengatakan, korban mengalami luka-luka di tubuh, telinga, dan kepala bagian belakang. Luka parah dialami korban, termasuk ditemukan ada luka tusuk senjata tajam, yang mengakibatkan nyawanya tidak tertolong saat ditangani tim medis.

Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), di Jalan Raya Bandung-Garut, Tim Satreskrim mendapatkan petujuk terkait pelaku penganiayaan. Pemeriksaan saksi-saksi di TKP, mengarah ke tiga orang pelaku.

“Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi di TKP, mengarah ke tiga orang pelaku. Inisial TB dan AM yang berhasil kita tangkap, serta Z masih dalam pengejaran,” kata Luthfi.

Kedua pelaku telah mengakui perbuatannya, menganiaya korban yang direncanakan sebelumnya. Selain menggunakan tangan kosong, korban juga ditikam senjata tajam.

Luthfi mengungkapkan, motif para pelaku melakukan penganiayaan sebagai aksi balas dendam. Salah seorang pelaku, AM, mengaku, sebelumnya sempat dipukul korban saat terlibat keributan di jalan.

“Pelaku AM mengaku dipukul korban saat terlibat keributan di jalan, lalu bercerita kepada pelaku TB. Mereka kemudian merencanakan balas dendam, hingga terjadi penganiayaan,” ungkap Luthfi.

Kedua pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Keduanya terancam hukuman pidana paling lama 15 tahun kurungan penjara.(chd).

Editor

Recent Posts

China Open 2026: Raymond/Joaquin Melaju ke 16 Besar

SATUJABAR, BANDUNG – China Open 2026 digelar pada 21 hingga 26 Juli 2026. Turnamen papan…

27 menit ago

Indonesia Masuki Ekosistem Hidrogen, Bus Diesel Damri Modif Hidrogen Meluncur

SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia memasuki ekosistem hidrogen dengan kehadiran armada bus diesel yang dimodifikasi serta…

1 jam ago

Bridgestone Indonesia Sambangi Kantor Kemendag, Optimalisasi Ekspor Ban

Bridgestone Indonesia menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR).…

1 jam ago

Kabar PT Samwon Busana Indonesia Tutup Unit Jepara, Ini Klarifikasi Kemenperin

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan klarifikasi resmi sekaligus mengambil langkah cepat responsif menanggapi…

1 jam ago

Tim Densus 88 Antiteror Polri Tangkap Terduga Teroris di Ciamis

SATUJABAR, CIAMIS--Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang pria di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.…

4 jam ago

Air Danau Toba Susut? Ini Penjelasan BRIN

Air Danau Toba susut menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akibat faktor yang berbeda-beda…

4 jam ago

This website uses cookies.