Porprov Jawa Barat 2026
SATUJABAR, INDRAMAYU – Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Kabupaten Indramayu mengancam boikot dan tidak akan mengirimkan atletnya dalam ajang olahraga bergengsi empat tahunan tingkat Jawa Barat tersebut.
Ancaman boikot ini dipicu oleh belum adanya alokasi anggaran yang memadai untuk menunjang persiapan dan kebutuhan para atlet yang akan berlaga.
Sekretaris Umum Pengurus Cabang Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Indramayu, Yan Tuyani Oetoey, mengatakan bahwa cabornya memilih absen dan tidak mengutus atlet terbaik dalam Porprov Jabar XV yang akan diselenggarakan di tiga daerah, yaitu Kota/Kabupaten Bekasi, Depok, dan Bogor.
Tuyani mempertanyakan alokasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Indramayu yang hingga kini belum cair. Padahal, atlet sangat membutuhkan suplemen dan penunjang lainnya untuk peningkatan prestasi.
Perbakin Kabupaten Indramayu menargetkan 1 medali emas dan 1 perak. Pada Porprov Jabar XIV di Kabupaten Garut sebelumnya, atlet Perbakin Indramayu berhasil menyumbang 1 medali perak.
“Kabupaten lain sudah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan prestasi. Sekarang Indramayu justru kebingungan karena belum ada kepastian pencairan dana, baik untuk akomodasi maupun persiapan atlet itu sendiri,” jelas Oetoey.
Hal senada disampaikan Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Indramayu, Herman Indra Susanto, yang menyebut nasib timnya masih terkatung-katung akibat persoalan anggaran.
Herman menegaskan bahwa timnya tidak akan berangkat bertanding membawa nama daerah jika Pemkab Indramayu tidak mampu mengalokasikan anggaran kebutuhan atlet pada ajang empat tahunan ini. Menurutnya, hingga saat ini persiapan teknis dari pihak pengelola anggaran belum menyentuh kebutuhan mendasar.
“Kami membawa total 28 atlet dan semuanya membutuhkan anggaran. Apalagi durasi pertandingan memakan waktu sekitar 10 hari,” ujar Herman.
Sementara itu, cabor Tarung Derajat juga memilih tidak memberangkatkan atlet jika Pemkab Indramayu tidak memberikan kepastian anggaran. Ketua Tim Tarung Derajat Kabupaten Indramayu, Karyono, menjelaskan bahwa untuk memberangkatkan 5 atlet dan 3 ofisial diperlukan dana yang tidak sedikit, termasuk untuk akomodasi dan nutrisi suplemen.
“Jika Pemkab Indramayu tidak mendukung anggaran, Tarung Derajat memilih tidak berangkat. Peluang mendulang medali hanya akan jadi mimpi,” ujar Karyono.
Sikap boikot juga disuarakan oleh para pengurus dan atlet cabor potensial peraih medali lainnya, di antaranya kempo, sepak takraw, bola voli pasir, judo, gulat, dan tinju.
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman, menyebutkan bahwa pihak pengurus telah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp4 miliar ke DPRD Indramayu. Namun, belum ada realisasi hingga menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober–November mendatang.
“Kondisi ini akan menjadi persoalan serius bila Pemkab Indramayu tidak segera mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan atlet,” tegas Maman.
Menurut Maman, sempat ada angin segar setelah dilakukan pertemuan antara jajaran pengurus KONI dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora). Namun, skema pengalokasian tersebut belum bersifat final.
“Informasi dari Dispora, dukungan Porprov dialokasikan dalam bentuk kegiatan berupa biaya perjalanan, akomodasi atlet, dan seragam kontingen. Alokasi ini belum mencakup peralatan tanding dan baju tanding untuk cabor bela diri,” tambah Maman.
KONI Indramayu turut mempertanyakan kelayakan besaran anggaran tersebut untuk menopang kebutuhan 428 atlet dan ofisial.
“Kami juga mempertanyakan kepastian waktu terkait APBD Perubahan, karena sampai saat ini proses pengantarannya belum terlaksana. KONI sangat khawatir dengan kondisi seperti ini,” terangnya.
Jika kebutuhan mendasar tidak terpenuhi, KONI terpaksa batal memberangkatkan seluruh kontingen karena terbentur keterbatasan dana.
Sebagai pembanding, sejumlah sumber mencatat daerah lain di Jawa Barat telah menyiapkan anggaran Porprov XV sejak jauh hari:
Kota Cirebon (Peringkat 19): Hibah Murni Rp5,5 miliar.
Kabupaten Cirebon (Peringkat 22): Hibah Murni Rp5,5 miliar dan kegiatan Porprov via Dispora Rp5,5 miliar.
Kabupaten Karawang (Peringkat 10): Hibah Murni Rp5,5 miliar dan tambahan kegiatan Porprov Dispora.
Kabupaten Garut (Peringkat 11): Hibah Murni Rp7 miliar (termasuk kegiatan Porprov).
Kota Cimahi (Peringkat 16): Hibah Murni Rp11 miliar dan tambahan hibah Porprov Rp700 juta (Total Rp11,7 miliar).
Kabupaten Indramayu (Peringkat 14): Hibah Murni Rp1 miliar dan usulan perubahan Porprov Rp2,165 miliar (Total Rp3,165 miliar).
SATUJABAR, CIANJUR--Cemburu buta membuat seorang pria di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, gelap mata hingga tega…
SHENZHEN — China Masters 2026 atau LI-NING China Masters 2026 berlangsung mulai 1 hingga 6…
Sebanyak 80,6 persen penduduk Indonesia sudah online, ungkap Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.…
SATUJABAR, BANDUNG--Polrestabes Bandung, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus penemuan mayat perempuan terbungkus kardus tergeletak di…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Rabu…
SATUJABAR, BANDUNG--Misteri penemuan mayat perempuan terbungkus kardus di Kota Bandung, Jawa Barat, terungkap. Mayat perempuan…
This website uses cookies.