Berita

Anak Bunuh Ayah Tiri di Bandung Gegara Tidak Diberi Pinjam Motor

SATUJABAR, BANDUNG — Sadis apa yang telah dilakukan seorang pria di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pria berusia 38 tahun, berinisial RT, biasa dipanggil Jambul, tega menganiaya ayah tirinya hingga tewas, hanya gegara tidak diberi pinjam sepeda motor.

Masalah sepele membuat seorang ayah di Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, harus menemui ajal di tangan anak tirinya. Korban berinisial ES, berusia 67 tahun, tewas mengenaskan setelah dianiaya RT, berusia 38 tahun, anak tirinya yang biadab.

Pelaku yang dikenal dengan sebutan Jambul, diamankan Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung, setelah ditangkap warga. Aksi sadis pelaku dipicu cekcok hanya gegara masalah sepele, tidak diberi pinjam sepeda motor.

“Berawal dari korban tidak memberi pinjam sepeda motor, hingga terjadi cekcok. Pelaku kemudian menganiaya korban inisial ES, dihantam balok kayu beberapakali mengenai kepala bagian belakang hingga ambruk,” ujar Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, dalam keterangan pers di Markas Polresta (Mapolresta) Bandung, Rabu (07/05/2025).

Aldi mengatakan, pelaku yang telah ditetapkan tersangka, juga sempat menganiaya ibu kandungnya yang saat itu berusaha mencegah. Saat melakukan aksi sadisnya, pelaku dibawah pengaruh minuman keras (miras).

“Jadi, korbanya ada dua orang, ayah tiri meninggal dunia dan ibunya. Ibunya yang berusaha mencegah, mengalami luka gigitan dan didorong oleh pelaaku hingga terjatuh,” kata Aldi.

Aldi mengungkapkan, Tim Satreskrim Polresta Bandung yang datang ke TKP (tempat kejadian perkara), mendapatkan pelaku sudah diamankan warga. Proses olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi dilakukan, serta membawa jasad korban ke Runah Sakit Sartika Asih, untuk diotopsi.

Pelaku yang langsung diamankan ke Mapolresta Bandung, tercatat sebagai residivis yang sudah sering melakukan tindak pidana. Korban menolak meminjamkan sepeda motor kepada pelaku yang dikenal warga dengan sebutan Jambul, karena ketakutan tidak kembali lagi.

Pelaku akan dijerat dengan Pasal 44 ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), junto Pasal 338, dan atau Pasal 351 ayat 2 dan 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pelaku terancam hukuman pidana 20 tahun kurungan penjara.(chd).

Editor

Recent Posts

Wisman ke Jawa Barat Juli 2026 Turun 51,36 Persen

BANDUNG – Wisman ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada Juli 2026 tercatat sebanyak 232…

3 jam ago

Mengitimidasi dan Memeras ASN di Sekolah di Sukabumi, Pria Mengaku Wartawan Positif Narkoba Ditangkap

SATUJABAR, SUKABUMI--Viral di media sosial, seorang pria mengaku-ngaku sebagai wartawan, mengamuk di sebuah Sekolah Dasar…

4 jam ago

Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 Naik 6,43 Persen

BANDUNG - Ekspor Jawa Barat Januari-Juli 2026 mencapai USD 23,58 miliar atau naik 6,43 persen…

4 jam ago

Inflasi Jabar Agustus 2026 Sebesar 3,13 Persen (Y-no-Y)

BANDUNG - Inflasi Jabar Agustus 2026 year on year (y-on-y) di Jawa Barat sebesar 3,13…

4 jam ago

Polda Jabar Bongkar Kasus Pornografi dan Ekploitasi Anak, 8 Orang Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG--Waspada buat para orangtua atas terjadinya kasus pornografi dan eksploitasi seksual terhadap anak di…

5 jam ago

Luas Panen Jagung Pipilan Juli 2026 Turun 6,06 persen

JAKARTA - Luas panen jagung pipilan Juli 2026 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar…

5 jam ago

This website uses cookies.