Berita

Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Bandung Dipaksa Makan Daging Musang, 3 Pelaku Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG– Kasus seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dipaksa memakan daging musang di media sosial, memantik kemarahan warganet. Polisi yang merespon cepat langsung bertindak dengan menangkap tiga orang pelaku.

Viral di media sosial, seorang anak berkebutuhan khusus (ABK), di Kabupaten Bandung, dipaksa memakan daging musang. Kasus memilukan yang sengaja direkam dan diunggah ke media sosial tersebut, memantik kemarahan warganet karena geram.

Polresta Bandung langsung turun tangan merespon kejadian yang viral di media sosial tersebut. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung bertindak cepat, dengan berhasil menangkap tiga orang pelakunya.

Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Kusworo Wibowo, tiga pelaku berhasil ditangkap, pada Senin (16/12/2024). Ketiganya yang telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Markas Polresta (Mapolresta) Bandung, yakni bernama Jeri Hendriansyah, Risal Nugraha, dan Wahyu.

Kusworo mengatakan, tersangka Jeri Hendriansyah sebagai pemilik akun Tiktok @jeryherdiansyah46, kemudian tersangka Risal berperan merekam aksi perundungan lalu mengunggahnya pada status WhatsApp, seksligus mengirimkan video kepada tersangka Jeri. Sementara tersangka Wahyu, yang melakukan aksi perundungan terhadap korban anak berkebutuhan khusus.

“Selain viral di media sosial, pihak keluarga korban juga membuat laporan polisi di Polresta Bandung, Senin, 16 Desember 2024. Kami langsung bergerak, dan tidak lama tiga jam setelah dilaporkan, Senin malam, para pelaku berhasil kami amankan,” ungkap Kusworo, Selasa (17/12/2024).

Kusworo menjelaskan, motif para tersangka mengaku hanya iseng. Iseng-memberikan daging musang yang sudah dimasak kepada bersangkutan (anak berkebutuhan khusus), kemudian diunggah ke media sosial.

“Jadi pengakuan tersangka iseng. Memberikan daging musang sudah dimasak, sambil berkata-kata membully, ayo mabuk dulu, mabuk dulu, makan dulu, makan kayak anjing yang sudah 3 hari tidak makan,” jelas Kusworo.

Kusworo menambahkan, motif keisengan tersebut bertujuan agar bisa mendapatkan followers di akun TikTok. Namun, cara para tersangka di luar batas dengan malah melakukan tindakan perundungan kepada ABK.

Aksi perundungan terjadi, Selasa (10/12/2024) pekan lalu. Keluarga baru mengetahui video tersebut viral di media sosial, Sabtu (14/12/2024).

Melihat video tersebut viral di media sosial, pihak keluarga tidak terima. Setelah berkonsultasi ke Polsek, pihak keluarga kemudian membuat laporan polisi di Polresta Bandung.

Ketiga terdangka djerat Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elekteonik (ITE). Ketuga tersangka terancam hukuman pidana maksimal 6 tahun kurungan penjara, sa
dan denda paling besar Rp.1 miliar.(chd).

Editor

Recent Posts

Rekrutmen Manajer Koperasi Desa Merah-Putih, Dibutuhkan 30 Ribu Formasi

SATUJABAR, JAKARTA--Pemerintah membuka rekrutmen untuk posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah-Putih tahun 2026. Rekrutmen secara resmi…

3 jam ago

Kasus Kekerasan Seksual Online Naik Setiap Tahun, Kemkomdigi Pelototi Kinerja Platform Digital

Pemerintah mengawasi lebih ketat platform digital, memastikan setiap penyelenggara sistem elektronik menjalankan tanggung jawabnya dalam…

4 jam ago

Kemkomdigi Beri Peringatan Terakhir Bagi Wikimedia Sebelum Diblokir

Jika dalam 7 hari kerja Wikimedia tidak juga mendaftar PSE sesuai dengan hukum yang berlaku…

4 jam ago

Kemenpora Masuk 5 Besar Kementerian Berkinerja Terbaik Versi Cyrus Network

Menpora: Hasil survei ini merupakan motivasi bagi seluruh jajaran Kemenpora untuk terus meningkatkan kualitas layanan…

4 jam ago

Menperin Optimistis Industri TPT Tetap Jadi Sektor Sunrise

Khusus untuk industri TPT, sepanjang tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55% (year-on-year), dengan nilai ekspor…

4 jam ago

Pemkab Cirebon Terima Dubes Bulgaria, Bahas Kerja Sama Ekonomi

Bupati Imron menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama setelah ditetapkan sebagai…

4 jam ago

This website uses cookies.