Berita

Menpora Dito Terima Audiensi PT Persib Bandung Bermartabat

SATUJABAR, BANDUNG – Menpora Dito Ariotedjo, menerima audiensi dari Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono.

Teddy hadir bersama Operasional Rian Ihsan dan Publication Adhi Pratama di ruang rapat lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (8/12).

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito menilai sistem pengelolaan pertandingan sepak bola khususnya pertandingan kandang dari Persib menjadi salah satu contoh yang juga sedang dipelajari dari PSSI.

“Ya jadi hari ini kita menerima pimpinan dari CEO PT Persib Bandung Bermartabat, mereka menjelaskan bagaimana saat ini sistem yang Persib terapkan ketika menyelenggarakan pertandingan home di basecampnya,” kata Menpora Dito.

“Ini (sistem pengelolaan pertandingan Persib) menjadi salah satu contoh yang Pak Ketum PSSI Erick Thohir mention, salah satu contoh yang sedang dipelajari untuk diterapkan di setiap klub atau bagaimana nanti masih ada tindaklanjutnya,” imbuh Menpora Dito.

Menurut Menpora Dito, pengelolaan pertandingan di Persib telah menggunakan 100% e-ticket, face recognice, penerapan 1 NIK 1 Tiket, 4 titik screening GBLA dan sebagainya untuk mengurangi dan mencegah potensi terjadinya pelanggaran dan permasalahan.

“Mereka menyampaikan menggunakan sistem face recognition, kemudian e ticketnya sudah 100 persen dan satu tiket satu identitas atau satu KTP,” urainya.

“Jadi, seluruh suporter Persib yang menonton pertandingan sepak bola itu benar-benar ke tracking dan itu dampaknya memberikan pengaruh penontonnya menjadi lebih rapi dan tertib, aman dan nyaman saat menikmati pertandingan sepak bola,” pungkasnya.

KUALITAS SUPORTER

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono menyampaikan, dirinya menyampaikan serta menjelaskan Sistem Pertandingan Kandang Persib di Liga 1 2023/2024 yang menurutnya saat ini telah lebih baik.

“Terima kasih Mas Menteri dan jajarannya atas kesempatannya telah menerima kami, sebenarnya mungkin kita ingin diskusi dan sharing mengenai sistem pertandingan sepak bola kita lakukan,” kata Teddy.

“Karena akhir-akhir ini kita ketahui setelah kejadian Kanjuruhan pun suporter masih belum belajar, masih banyak kejadian dalam skala besar dan kita ingin bersama-sama dengan PSSI dan 18 klub yang lain kalau bisa mari kita perbaiki sepak bola Indonesia, terlebih FIFA juga sudah berkantor di Indonesia,” urainya.

Menurutnya dengan kualitas suporter yang ada, harus diterapkan dengan kualitas sistem dan infrastruktur yang memadai. “Dengan infrastruktur yang memadai pasti SDM suporter ini akan mengikuti apalagi dibarengi dengan pengamanan yang tegas untuk meminimalisir dan memberikan efek jera,” papar Teddy.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Surono, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Rudy Sufahriadi, Tenaga Ahli Bidang Potensi Pemuda dan Diaspora Hamdan Hamedan, Kepala Bagian Protokol dan Tata Usaha Pimpinan Indra Jayaatmaja.

Editor

Recent Posts

Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho

Bayi Orangutan Sumatera generasi baru ini lahir dari induk bernama Bulan, orangutan hasil rehabilitasi yang…

15 menit ago

Perdagangan Gading Gajah di Bali Diungkap Patroli Siber

Perdagangan gading gajah terungkap dari dua lokasi di wilayah Gianyar yang mengamankan sejumlah barang bukti…

20 menit ago

Kebutuhan Susu Untuk Industri Perlu 5 Juta Ton, 80 Persen Impor

Kebutuhan susu untuk kebutuhan bahan baku industri pengolahan nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara…

29 menit ago

Polytron Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Masuk 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…

57 menit ago

Polytron Indonesia Open 2026: Lanny/Apri Gagal di 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…

3 jam ago

Polytron Indonesia Open 2026: Marwan/Aisyah Gagal di 32 Besar

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…

4 jam ago

This website uses cookies.