UMKM

5.000 Wirausaha Baru Kota Depok Topang Ekonomi

BANDUNG: 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Pengusaha Perempuan dari Pemkot Depok adalah program yang dapat memeratakan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Jabar.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan sambutan dalam peluncuran program tersebut.

Pertumbuhan ekonomi Jabar sebelum pendemi COVID-19 sempat menyentuh 5,7 persen.

Sempat menurun terutama pada tahun pertama dan kedua pandemi, namun kini di tahun ketiga sudah mulai merangkak.

Dengan program wirausaha baru dan perempuan pengusaha, diharapkan kue ekonomi dinikmati oleh semua orang dengan prinsip keadilan sosial.

“Dengan program ini insyaallah mereka yang belum menikmati sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya bisa menikmati ekonomi,” ujarnya di Depok, Senin (15/8/2022).

Dikutip situs PemprovJabar, Wagub mengatakan Jabar  berpenduduk hampir 50 juta jiwa, punya 27 kabupaten/kota, ada 5.312 desa, dan 645 kelurahan.

Kawasan ini membutuhkan banyak inovasi dalam pemerataan ekonomi, salah satunya dengan wirausaha baru dan mendorong perempuan jadi pengusaha.

“Saya mengapresiasi karena ini menciptakan wirausaha baru, bukan mendorong usaha yang sudah ada,” katanya.

Sebab dengan menciptakan wirausaha baru berarti akan mencetak lapangan usaha baru dan menambah penyerapan tenaga kerja.

“Mereka yang menganggur bisa jadi punya pekerjaan, yang biasa tidak pegang duit jadi pegang duit. Mereka yang tidak punya visi bisnis, sekarang bisa berpikir bisnis.”

Wagub sangat mengagumi dan mengapresiasi kegiatan ini.

Uu berharap program wirausaha baru dan perempuan pengusaha ini dapat menjadi momentum kebangkitan kelompok misbar (miskin baru) yang muncul karena pandemi.

BERTAHAP

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono melaporkan bahwa program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha ini ditargetkan terpenuhi dalam tiga tahun dari sekarang.

Rinciannya 2.100 wirausaha baru terbentuk di tahun 2022, 2.100 tahun 2023, serta 1.800 sisanya akan direalisasikan pada 2024 mendatang.

Program ini, kata Imam, menjadi salah satu prioritas Pemda Kota Depok sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan masyarakat akan lapangan kerja.

Untuk itu, Imam menyebutkan pihaknya melibatkan mentor yang membimbing seluruh peserta program, supaya usahanya terus berjalan dan bertahan di pasaran.

“Kami mencoba memberikan jalan keluar untuk alternatif kegiatan yang menambah penghasilan warga Depok. Sebuah usaha yang insyaallah bukan hanya sekadar fashion show yang dinikmati sesaat, tetapi bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan Kota Depok,” sebut Imam.

Dalam mencetak wirausaha baru dan perempuan pengusaha, Pemda Kota Depok melengkapi dengan mentor yang akan terus membimbing para program.

“Jadi bukan hanya sekedar ikut dan dapat modalnya saja,” kata Imam.

Editor

Recent Posts

RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui Lampung Diresmikan Presiden Prabowo

RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan proyek strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah. Telan…

7 jam ago

Kantor WIKA Digeledah, Ini Penjelasan Polri

SATUJABAR, JAKARTA - Penyidik Kortastipidkor Polri melakukan penggeledahan terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam…

7 jam ago

Purbaya Bilang Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat

SATUJABAR, JAKARTA - Perkembangan perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian meski tekanannya mulai menurun. Di tengah…

7 jam ago

Kemenperin Usul Tambahan Anggaran Rp 1,59 Triliun

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,59 triliun pada tahun 2027…

7 jam ago

Puncak Musim Kemarau Agustus! BMKG Ingatkan El Nino

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

10 jam ago

Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan

SATUJABAR, INDRAMAYU--Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menggeledah Kantor DPRD Kabupaten Indramayu. Tindakan penggeledahan untuk…

11 jam ago

This website uses cookies.