Berita

1.044 Tenaga Medis Dikerahkan di Armuzna, Layani Jamaah Indonesia

Kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kesehatan haji kepada jamaah adalah kewajiban.

SATUJABAR, MAKKAH — Puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal hitungan jam. Mulai Rabu (14/6/2025), jamaah sudah bergerak ke Arafah. Tim kesehatan telah siap bersiaga melayani jamaah Indonesia saat puncak Armuzna.

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo, dalam Pertemuan Sosialisasi Persiapan Kesehatan Haji di Armuzna, negara harus hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah. Kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kesehatan haji kepada jamaah adalah kewajiban.

“Kami telah menyiapkan 192 orang PPIH Bidang Kesehatan, 1.044 orang Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), 14 ambulans terlisensi dengan dua sopirnya, empat bus untuk safari wukuf, serta obat-obatan dan perbekalan kesehatan (perbekkes),” ujarnya.

Liliek juga membeberkan logistik obat dan perbekkes yang disiapkan, antara lain buat kebutuhan kloter selama di Armuzna serta saat di bus safari wukuf. “Hari ini Selasa (3/6), obat dan perbekkes mulai didistribusikan ke Arafah dan Mina,” tuturnya.

Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi Mohammad Imran dalam pertemuan daring tersebut juga menjalaskan bahwa pada pelaksanaan kesehatan haji di Armuzna akan disediakan layanan konsultasi medis oleh dokter umum dan spesialis, obat dan perbekkes, fasilitas rujukan, ambulans, serta pendataan melalui Siskohatkes.

Dalam kepadatan jamaah di tenda Armuzna, Imran mengingatkan agar jamaah tetap menggunakan masker meskipun berada di dalam ruangan. “Begitu banyaknya jamaah di dalam tenda terasa sesak, padat, dan tidur dengan kasur di bawah serta dekat dengan faktor risiko debu untuk penyakit ISPA. Maka tolong petugas mengingatkan jamaah untuk menggunakan masker meski di dalam tenda, ya,” pesan Imran.

Selain itu, Kabid Kesehatan juga meminta agar petugas terus mengedukasi jamaah agar tidak memaksakan diri dalam beribadah. Apalagi, kata dia, haji itu adalah saat di Arafah dan sudah sah dalam rukunnya.

“Jangan memaksakan diri, karena selama melempar jumrah tidak ada klinik, tidak ada tempat istirahat. Tetap berada di Jamarat saat 10 Dzulhijjah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, Dirjen SDM Kesehatan Yuli Farianti mengingatkan, kepada para petugas agar selalu menjaga kesehatan, dan tidak lupa mengatur waktu makan dan minum, selain memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan kepada jamaah.

“Terus edukasikan kepada jamaah lansia, lebih baik beribadah di dalam tenda. Saya juga berharap teman-teman jangan sampai drop. Jaga kesehatan selalu. Atur makan-minumnya, jangan lupa,” ucap dia. (yul)

Editor

Recent Posts

Kapolda Jabar: “Taufik Hidayat Sudah Jadi Tersangka dan Terus Diburu!”

SATUJABAR, BANDUNG-- Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan memastikan, sudah menetapkan Taufik Hidayat sebagai…

2 jam ago

Stimulus Ekonomi di Semester II, Ini Rinciannya…

Stimulus ekonomi digulirkan sebagai langkah proaktif dan antisipatif guna memitigasi berbagai risiko eksternal yang berpotensi…

2 jam ago

FINAL IBL: Siapa Layak Jadi MVP 2026?

SATUJABAR, JAKARTA - Final IBL selalu menjadi panggung terbesar bagi para pemain untuk menunjukkan kualitas…

2 jam ago

Kasus Penyekapan dan Penganiayaaan Wanita Muda di Bandung, Taufik Hidayat Ditetapkan DPO dan Terus Diburu Polisi

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat menetapkan Taufik Hidayat (TH), sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) Kasus penyekapan…

2 jam ago

Piala Dunia 2026: Tekuk Jordan, Aljazair Punya Kans Lolos

SATUJABAR, BANDUNG - Piala Dunia 2026, Senin 22 Juni 2026 waktu setempat atau Selasa 23…

3 jam ago

Kolaborasi Strategis FMIPA ITB dan ParagonCorp, Perkuat Ekosistem Riset Indonesia

SATUJABAR, BANDUNG - ParagonCorp menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam…

4 jam ago

This website uses cookies.